Entah kenapa saya ingin sekali share mengenai ini setelah saya menulis mengenai anak tunggal. Saudara sekandung yang ternyata bisa jadi partner, teman, sahabat, kakak, adik, bahkan musuh kita. Yup…our brother or sister.
Sebenarnya ini juga terinspirasi oleh Mbah putri saya sih, tulisan ini harusnya di posting dua bulan yang lalu *hmmmm..lama banget ya*. Ya dua bulan yang lalu tepatnya kejadian ini, pertengahan Juni yang lalu kakaknya Mbah saya meninggal yang diakibatkan karena memang faktor usia sih. Beliau sudah lama sakit dan hanya bisa terbaring saja di tempat tidur. Kira2 dua mingguan sebelum meninggal, Mbah saya ada di Jakarta. Ya nengokin anak dan cucunya *bukan sebaliknya nih*.
Di dalam dinasti keluarganya Mbah saya ini yang masih hidup ya Mbah dan kakaknya yang juga sama-sama perempuan. Mbah saya berpesan sama kakaknya bahwa dia akan pergi ke Jakarta dan kalau dia mo pergi (meninggal) tunggu dia pulang dulu. Nah yuuuu..meninggal itu kan urusan yang di atas bukan??? Hihiiii..itu malah jadi candaan saudara-saudara saya nih..Eniweyyy..ketika meninggal Mbah saya ga bisa melihatnya karena sudah dikubur. Ini mungkin yang membuat Mbah saya menyesal sekali karena beliau tidak bisa melihat kakaknya untuk terakhir kalinya dan juga kakak satu-satunya yang tersisa. Mbah saya ini anak terakhir dari lima bersaudara.
Sebenarnya ga ada yang special banget sih sebelum ada kejadian ini, waktu itu saya sedang main ke rumah tante saya menengok Mbah saya itu yang memang tinggal di situ sewaktu di Jakarta. Tante saya mengeluarkan foto dan ternyata eh ternyata ada foto mereka berdua nih. Sungguh kebetulan..terus saya kasihlah ke Mbah putri saya dan mbah pun melihat fotonya dan beliau terlihat sedih banget. Dan saya merasa bersalah karena jadi teringat deh Mbah. Hmmm..entah mengapa selain merasa bersalah tadi saya kok jadi sedih ya, terbayang yang aneh-aneh. Saya terbayang betapa dalamnya rasa sayang Mbah aku ini sama kakaknya walau sudah setua ini dan saya jadi teringat adik saya, my lovely brother. Walau saya suka 'berantem', 'berdebat' tapi rasa-rasanya itu cuma bumbu-bumbu saja yang ada kita memang kompak, sayang banget apalagi kalau jauh-jauhan kangen banget...
Wah ternyata benar kita akan merasakan kehilangan seseorang jika kita benar-benar kehilangan dia untuk selamanya. Mungkin yang dirasakan Mbah saya begitu. Walau mereka sudah setua itu, Mbah saya masih rajin mengunjungi kakaknya walau rumahnya lumayan jauh. Benar-benar persaudaraan yang patut di contoh sama saya nih, yang lagi-lagi kadang-kadang saya masih 'tidak akrab' dengan adik saya karena bentuk keegoisan manusia saja. Walau bagaimanapun adik saya tetap partner, sahabat, teman, adik bahkan terkadang 'musuh' saya. I always love you my lil bro..mmmmuuuuuaaaaahhhh *kisses*
* Thanks ya Mbahku yang cuantikkkkk for giving me inspiration*