Pages

Showing posts with label Kids. Show all posts
Showing posts with label Kids. Show all posts

25.6.11

Liburan 'Serdadu Kumbang'

Liburan sekolah bagi anak-anak adalah sesuatu yang menyenangkan. Sesaat mereka melepaskan rutinitas mereka dalam kegiatan persekolahan. Menghabiskan liburan dengan semaksimal mungkin agar setelah kembali ke sekolah otak dan tubuh mereka kembali fresh. Seperti yang saya alami sewaktu saya kecil. Kalau sekarang sih wah jangan ditanya ya, banyak sekali alternatif liburan dari yang murah sampai yang mahal, hanya di dalam ruangan atau di luar. Waktu zaman saya kecil hiburan yang saya ingat dan sering saya datangi adalah Taman Ria Senayan. Saya suka naik komedi putar dan permainan lainnya, kalau sekarang lebih sering kita jumpai adalah seperti pasar malam yang punya banyak pemainan. Tapi kalau Taman Ria sih permanent tempatnya kalau sekarang sepertinya udah ga ada deh. Dufan, Ancol, Kebon Binatang Ragunan, Monas, Taman Mini, Museum-museum, Salabintana, adalah yang pernah saya kunjungi, bisa dihitung kala itu tempat liburan yang menyenangkan.

Hiburan yang saya ingat juga saat saya waktu kecil adalah pernah nonton atraksinya pesulap DavidCopperfield di Senayan. Wah itu kesempatan yang bagus, beruntung banget bisa nonton seorang David yang emang terkenal banget , yang saya ingat waktu itu dia bisa menghilang ketika sedang melakukan ataksi di atas panggung dan muncul di belakang kursi penonton. Awesomeee.

Ngomong-ngomong liburan anak-anak, hari ini saya berencana mengajak liburan sepupu saya yang masih kecil untuk menonton film di bioskop. Yang diajak adalah sepupu yang sudah mengerti untuk menonton tentunya jumlahnya hanya 3 orang saja. Si ‘petakilan’ ian, Si ‘manja dan imut’ Andin, Si’endut’ Farhan. Farhan dan Andin sebaya, kelas 6 SD sedangkan Ian baru mau masuk SD tahun ini. Ian baru kali ini diajak nonton karena mamanya tidak membolehkan dia nonton di bioskop sebelumnya, saya mengajak dia juga supaya dia bisa menjauh dari Psnya yang rasanya ia sudah kecanduan banget. Kalau udah liburan Sabtu dan Minggu pasti deh bisa seharian duduk di depan TV main PS bersama teman-temannya. Jadi kalau sedang main ke rumahnya serasa di rumahnya ada rental PS, benar-benar deh tuh Ian.




Dulu kalau soal nonton menonton waktu kecil, saya agak lupa umur berapa pertama kali nonton di bioskop, karena jenis hiburan dan tontonannya ga seperti sekarang ini. Untuk menambah pengalaman mereka saya pikir menonton bioskop dan bermain di mal tidak masalah kalau sesekali. Niat awal saya ingin mengajak mereka keliling museum Jakarta tapi dibatalkan karena saya kerepotan kalau mengajak mereka bertiga sendiri yang super aktif ini karena ga ada yang mau diajak keliling museum. Ya sudah saya putuskan saja untuk mengajak mereka menonton dengan sepupu saya yang akhirnya mau juga menemani saya berlibur dengan ‘serdadu kumbang’.

Kami terutama saya berniat untuk menonton Serdadu kumbang, setelah melihat iklannya dan behind the scene film ini rasanya bagus mengajak mereka menonton ini. Selain itu saya memang salut dan sangat tertarik dengan film-film luar biasanya Alenia Pictures (Denias senandung di atas awan, Liburan Seru, King, Tanah Air Beta). Saya satu ide sama mereka karena bisa menyugukan film-film anak yang berkualitas, banyak hal yang bisa disampaikan dengan bermutu, beda dari film-film lain yang jarang menyoroti anak-anak.





Setelah Petualangan Serina produksinya Mbak Mira dan Riri Reza yang saya suka banget mulai dari pemain sampai lagu-lagunya yang ciamik agak lama muncul film anak yang berkualitas. Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi juga film yang digarap bagus oleh Mbak Mira. Garuda di dadaku juga bagus dengan theme songnya yang easy listening dan akhirnya sering dinyanyikan untuk menyemangati para atlit kita yang sedang berlaga terutama sepak bola. Film yang seperti ini yang harus sering disuguhin dan berharap juga ada sinetron yang bisa seciamik ini karena sinetron kita itu udah benar-benar tidak bagus ditonton san sarat dengan ‘pembodohan’. Agar anak-anak juga bisa mendapat pelajaran dari apa yang ditontonnya.

Serdadu Kumbang sendiri bercerita mengenai cita-cita dan pendidikan anak-anak Sumbawa yang ingin terus maju untuk mencapai masa depannya. Bersetting di Sumbawa dengan di dukung pemain dan cerita yang keren, hal yang ingin disampaikan tuh nyampe banget ke anak-anak

Para serdadu kumbang di dunia nyata yaitu anak-anak generasi penerus harus tetap maju untuk mewujudkan cita-cita di masa depannya dengan sungguh-sungguh. Ya itu harapan untuk ‘serdadu kumbang’ a.k.a sepupu-sepupuku ini.


Jaya selalu anak-anak Indonesia.

Nah setelah selesai meonton dilanjutkan untuk bermain dan makan. Mereka happy dan berharap bisa pergi lagi dengan keceriaan yang sama. Amin. Senangnya liburan yang singkat ini walau di mall, bisa bersama dengan mereka, yang memang jarang banget bisa bareng-bareng liburan kecuali kalau liburan ke luar kota bersama keluarga besar.

*Sumber foto: internet
Lanjut...

31.1.10

Koin Cinta untuk Bilqis

Coin a chance, koin keadilan (Prita) dan kali ini adalah koin cinta. Yup..Koin cinta Bilqis. Bilgis namanya, usia 17 bulan sekarang. Saat ini bayi mungil ini menderita atresia billier (saluran empedu tidak terbentuk sempurna atau buntu) dengan sirosis hepatis yg progresif. Bilqis baru diketahui mengidap Atresia Bilier saat usianya menginjak 2 minggu. Sekujur tubuhnya menghitam dan kekuningan. Perutnya buncit dan gatal diseluruh tubuhnya. Kotorannya pun berwarna kuning pucat.

Koin cinta diperuntukkan bagi kesembuhan Bilqis yang sangat membutuhkan bantuan untuk segera mungkin menjalani transplantasi hati karena kondisi kesehatan yang sudah memasuki tahap akhir. Sejak 25 Desember 2009 hingga 31 Januari 2010 dana yang terkumpul berkisar 230 jutaan. Padahal untuk transplantasi ini membutuhkan biaya berkisar 1 M.

Terinsiprasi dari gerakan Koin Prita, Dewi Farida, Ibunda Bilqis, mencoba menggalang dana untuk Bilqis dengan membentuk gerakan Koin Cinta untuk Bilqis. Kemarin saya melihat tayangan di TV bahwa kasus ini terjadi 1 diantara 15.000 orang.

Berita yang saya dapat dari detik juga mengatakan bahwa selama perawatannya, Bilqis sudah menghabiskan dana sekitar Rp 400 juta dan setiap bulan Bilqis harus ke rumah sakit karena kondisi tubuhnya rentan sekali dengan penyakit. Kalau diare bisa sampai 20 kali dan minimal 5 hari di rumah sakit.

Alangkah baiknya sesama manusia kita bisa saling tolong-menolong. Dengan dana yang dikumpulkan kita bisa membantu kesembuhan seorang manusia, pasti akan lebih bermakna lagi hidup kita. So, mari kita bantu melalui koin cinta untuk Bilqis.
Posko Pusat:
Jl. Kramat Sentiong Mesjid No. E 87 F Rt.007 Rw.06 Jakarta Pusat 10450

Koin dapat ditransfer ke Rek BCA 6340204580
a/n Bilqis Anindya Passa

Rek Mandiri 1230005525490
a/n Dewi Farida qq Bilqis Anindya P

*didapat dari berbagai sumber*
Lanjut...

24.11.09

''Anak-anak dan pendidikan''

Pendidikan adalah salah satu cara untuk bisa memajukan bangsa dan negara. Saat ini pemerintah Indonesia menggerakkan masyarakatnya untuk wajib belajar 9 tahun. Akan tetapi, tidak semua hal bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan apalagi dengan kondisi yang tidak menentu seperti sekarang ini, angka pengangguran yang tinggi, kemiskinan di mana-mana. Ya ibarat kata zaman lagi susah. Banyak anak-anak yang ingin sekolah tapi orang tuanya tidak punya biaya diakibatkan hal-hal tadi. Tentunya setiap orang berhak ya mendapat pendidikan.

Banyak anak-anak putus sekolah karena tidak punya biaya, padahal tidak sedikit mereka pintar-pintar dan merupakan generasi penerus bangsa yang unggul. Dengan program yang sekarang ini yaitu BOS dan sekolah gratisnya, mudah-mudahan itu solusi yang baik. Akan tetapi apa kabarnya mereka yang benar-benar terbelakang dan tidak punya biaya untuk sekolah karena untuk makan sehari-hari saja susah.

Ya kemiskinan, anak-anak, dan pendidikan memang satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Setiap hari pasti kita selalu melihat anak-anak di bawah umur di jalanan, entah jadi pengamen, pengemis, pemulung atau jockey 3 in one. Di mana usia mereka seharusnya hanya bermain dan belajar tapi sudah dipusingkan dengan mencari uang. Terlepas apapun alasan mereka bekerja. Hufff...so sad. Beberapa dari mereka pasti sebenarnya punya kehausan untuk belajar walau mereka ‘bekerja’ seperti itu. Banyak juga yang punya semangat tinggi untuk sekolah walau tidak ada biaya.

Seperti warga di Tanah Merah, Pluit yang pernah saya datangi rata-rata mereka tidak punya biaya untuk sekolah karena untuk makan saja susah. Orang tua mereka hanya pemulung, tukang becak, tukang ojek sepeda, dll. Dimana kita tahu berapa besar pendapatan mereka seharinya. Di daerah tersebut, ada suatu yayasan yang membantu untuk pengembangan pendidikan bagi ibu dan anak-anak. Kita membutuhkan yayasan semacam ini untuk membantu mereka dan yang terpenting tidak membuat mereka menjadi tergantung kepada yayasan tersebut.

Ya sebut saja yang lain, sekolah darurat Ibu Kembar. Sekolah Darurat Kartini. lembaga pendidikan semiformal yang didirikan Sri Rosiati dan Sri Irianingsih lebih dikenal dengan Ibu Kembar pada tahun 1996. Seperti kata mereka kota sebesar Jakarta tidak akan pernah lepas dari masalah-masalah sosial. Di balik gedung-gedung bertingkat, pusat belanja mewah, selalu akan ada kaum marginal yang tidak beruntung. Mereka mudah ditemui di kawasan kumuh, kolong jembatan, kawasan stasiun, terminal, dan sebagainya. Dengan sekolah darurat ini ibu kembar bisa memajukan pendidikan dan mencerdaskan bangsa dengan cara mereka, bisa mencetak orang-orang supaya bisa terlepas dari kemiskinan dengan mendidik mereka supaya punya ketrampilan dan bisa hidup lebih baik dan bisa menjadi manusia yang berguna. Angkat jempol lah dengan ibu kembar ini.

Banyak cara sederhana memang bisa dilakukan untuk membantu dalam hal pendidikan, gak usah jauh-jauh dan tilik sekitar kita. Sebut saja salah satu teman saya yang dengan rasa ikhlas memajukan pendidikan di lingkungan rumahnya dengan mendirikan taman bacaan. Ya walau kata dia anak-anak mendefinisikan baca sebagai sesuatu yang berat yang memang rata-rata budaya membaca masih kurang di Indonesia dan lebih senang disebut sanggar daun. Banyak hal yang dilakukan sanggar ini agar masyarakat sekitar yang tidak mampu memperoleh kesempatan yang baik dan melakukan kegiatan yang positif. Kalau kalian tertarik bisa ikut membantu di sanggar ini sebagai volunteer atau dengan bantuan lainnya. Program terbaru mereka saat ini yaitu program berbagi suka. Info lengkapnya bisa klik di sini. Tentunya semua yang dilakukan sanggar ini lagi-lagi agar masyarakat sekeliling mendapat suatu kesempatan yang baik dalam hal pendidikan.

Lain lagi, program yang menurut saya idenya cemerlang yaitu coin a chance. Mengumpulkan koin-koin untuk membantu sesama. Ya kalau pada zaman kita kecil tuh menabung di celengan, hehehe. Kalau sekarang niatnya untuk membantu. Dari hal sederhana mengumpulkan receh-receh tapi bisa berguna. Tidak susah dan tidak membutuhkan dana yang besar.

Ada juga komunitas 1001buku yang juga membantu dalam hal pendidikan. Dengan program membagikan buku-buku kepada yang membutuhkan tentunya anak-anak semakin punya kesempatan membaca. Dari mereka juga banyak taman bacaan yang mendapat bantuan dari program ini.

Ya dari hal-hal sederhana yang kita lakukan, Insya Allah kita bisa memberikan kesempatan yang baik kepada anak-anak terutama dalam hal pendidikan. Semangat terus untuk anak-anak !!!
Lanjut...