Pages

27.8.10

YOU

Pagi yang indah dan sejuk..
The story goes on..

Begitu sejuk sampai aku tidak mau beranjak
begitu tenang dan indah
dengan tetesan air di samping jendela
Ahhh..begitu menyenangkan

Jalan-jalan yang aku lalui
pemandangan yang luar biasa indahnya
membuat aku selalu rindu menantinya
selalu punya kenyamanan sendiri

Menuju kotamu
lagi dan lagi
tidak pernah bosan

ya kamu yang membuatnya tidak bosan
kamu dan senyumanmu
yang selalu membuat aku ingin melihatmu
kamu dan sorot matamu
yang selalu membawa kedamaian

ya kamu..
hanya kamu..
Lanjut...

12.8.10

Follow ur passion

Passion..

What is ur passion? Fotografer..
Pertanyaan yang saya ajukan kepada teman saya. Dia memang cinta banget deh ama yang namanya dunia fotografi. Lain lagi dengan teman saya yang lain, passion dia adalah ingin jadi dosen dan bertukar pikiran dengan mahasiswa yang lain.

Wah kalo bicara mengenai passion, saya yakin semua orang punya passion yang terkadang baru disadari setelah kita bekerja atau bahkan sewaktu masih sekolah atau kuliah. Banyak orang yang 'ngeh' kalau yang dikerjakan sekarang adalah bukan 'passionnya' dan hanya karena faktor kebutuhan, status dan uang. Ya banyak orang yang bekerja tidak mengikuti apa yang menjadi passionnya dan lama-lama menjadi jenuh.

Hanya keberanian kuncinya ketika kita memang ingin berjalan sesuai dengan passion kita. Ya keberanian lebih dan langkah yang tepat untuk kedepannya. Berani juga keluar dari zona nyaman yang menghentikan kita dengan passion kita. Yuppp..keberanian dan berani tanggung jawab dengan langkah yang kita pilih.

Apapun passion kita,hanya kita yang bisa menjalaninya.
So follow ur passion..mumpung belum telat ^_^
Lanjut...

Saudara sekandung

Entah kenapa saya ingin sekali share mengenai ini setelah saya menulis mengenai anak tunggal. Saudara sekandung yang ternyata bisa jadi partner, teman, sahabat, kakak, adik, bahkan musuh kita. Yup…our brother or sister.

Sebenarnya ini juga terinspirasi oleh Mbah putri saya sih, tulisan ini harusnya di posting dua bulan yang lalu *hmmmm..lama banget ya*. Ya dua bulan yang lalu tepatnya kejadian ini, pertengahan Juni yang lalu kakaknya Mbah saya meninggal yang diakibatkan karena memang faktor usia sih. Beliau sudah lama sakit dan hanya bisa terbaring saja di tempat tidur. Kira2 dua mingguan sebelum meninggal, Mbah saya ada di Jakarta. Ya nengokin anak dan cucunya *bukan sebaliknya nih*.

Di dalam dinasti keluarganya Mbah saya ini yang masih hidup ya Mbah dan kakaknya yang juga sama-sama perempuan. Mbah saya berpesan sama kakaknya bahwa dia akan pergi ke Jakarta dan kalau dia mo pergi (meninggal) tunggu dia pulang dulu. Nah yuuuu..meninggal itu kan urusan yang di atas bukan??? Hihiiii..itu malah jadi candaan saudara-saudara saya nih..Eniweyyy..ketika meninggal Mbah saya ga bisa melihatnya karena sudah dikubur. Ini mungkin yang membuat Mbah saya menyesal sekali karena beliau tidak bisa melihat kakaknya untuk terakhir kalinya dan juga kakak satu-satunya yang tersisa. Mbah saya ini anak terakhir dari lima bersaudara.

Sebenarnya ga ada yang special banget sih sebelum ada kejadian ini, waktu itu saya sedang main ke rumah tante saya menengok Mbah saya itu yang memang tinggal di situ sewaktu di Jakarta. Tante saya mengeluarkan foto dan ternyata eh ternyata ada foto mereka berdua nih. Sungguh kebetulan..terus saya kasihlah ke Mbah putri saya dan mbah pun melihat fotonya dan beliau terlihat sedih banget. Dan saya merasa bersalah karena jadi teringat deh Mbah. Hmmm..entah mengapa selain merasa bersalah tadi saya kok jadi sedih ya, terbayang yang aneh-aneh. Saya terbayang betapa dalamnya rasa sayang Mbah aku ini sama kakaknya walau sudah setua ini dan saya jadi teringat adik saya, my lovely brother. Walau saya suka 'berantem', 'berdebat' tapi rasa-rasanya itu cuma bumbu-bumbu saja yang ada kita memang kompak, sayang banget apalagi kalau jauh-jauhan kangen banget...


Wah ternyata benar kita akan merasakan kehilangan seseorang jika kita benar-benar kehilangan dia untuk selamanya. Mungkin yang dirasakan Mbah saya begitu. Walau mereka sudah setua itu, Mbah saya masih rajin mengunjungi kakaknya walau rumahnya lumayan jauh. Benar-benar persaudaraan yang patut di contoh sama saya nih, yang lagi-lagi kadang-kadang saya masih 'tidak akrab' dengan adik saya karena bentuk keegoisan manusia saja. Walau bagaimanapun adik saya tetap partner, sahabat, teman, adik bahkan terkadang 'musuh' saya. I always love you my lil bro..mmmmuuuuuaaaaahhhh *kisses*

* Thanks ya Mbahku yang cuantikkkkk for giving me inspiration*
Lanjut...

2.8.10

Pilihan

Pilihan...
Judulnya saja memilih
bingung??
Pasti..!!! apalagi pilihan-pilihan yang sulit
dan mesti dihadapi..

Dua pilihan, apalagi sampai banyak..
selalu membuat otak di kepala pusing
tapi tetap harus memilih..

Bagi saya hidup itu memang penuh pilihan
dan kalo tidak berani memilih
berarti kita 'chicken'
yessss...karena dihadapan kita semua pasti penuh dengan pilihan..

Satu hal..mungkin pilihan itu
harus sesuai hati, rasa, 'feel'
tapi terkadang itu juga sering membuat kita salah
Ya...salah memilih..

Salah memilih..boleh-boleh saja
karena terkadang pilihan tidak selamanya baik dan benar..
tetapi kalau kita tidak memilih pilihan itu
kita tidak akan tahu apakah itu benar atau salah..

Ya...hidup itu memang penuh dengan pilihan..
Jadi selamat memilih !
Lanjut...

NYOOOOkkkkk..Nabunggg

Bang..bing..bung..yuuuuuk kita nabung..

Inget ga sih lagu ini?? Pasti inget. Lagunya asik dan bisa menginspirasi kita buat nabung. Katanya hemat itu pangkal kaya, hmmm..menurut aku ada benarnya sih..tapi jangan sampai jatuhnya jadi peliiiit ya !!! hehehehe...

Menabung merupakan hal yang positif banget, banyak manfaatnya misalnya saja saat kita ga punya uang bisa kita ambil buat menutupi kekurangannya. Inget ga sih waktu jaman kita masih kecil dan saat pertama kita diajarin nabung, yaitu dengan celengan dan yang terbuat dari tanah liat ada yang bentuknya kelinci, ayam, dll atau yang terbuat dari bahan plastik. Saya disuruh mengumpulkan uang kalau ada sisa dari uang jajan kita dan biasanya yang ditabung tuh uang receh gitu. Cara itu memang terlihat 'kuno' ya karena sekarang sudah banyak bank yang bisa untuk anak-anak kecil.

Walau itu 'kuno' ya tapi kebiasaan itu masih loh saya lakukan. Menabung recean yang biasanya sebesar Rp. 500,- hahaha..di zaman yang modern begini saya masih melakukannya. Alasannya selain ya beneran untuk nabung 'recehan' juga karena saya biasanya penasaran dengan berapa jumlah tabungan saya kalau sudah penuh dan dibobok...hahaha..Just it. Walau saya tau hasilnya juga ga terlalu banyak, tapi rasa penasarannya itu bikin saya giat untuk menabung 'recehan'. Momen yang membahagiakan adalah saat saya menghitung berapa jumlah tabungan itu..hehehe.. sepertinya penasaran saya hilang setelah itu. Pokonya fan banget deh rasanya...

Nah ada yang ingin mencobanya. Let's try!!!!It's really fun..
Lanjut...