Pages

16.7.09

Harta yang Berharga

Harta yang berharga adalah ketika
kita masih bisa menghirup udara ini dengan bebas
bisa menikmati pagi,siang dan malam

Harta yang berharga adalah
ketika kita bisa merasakan cinta, kasih dan sayang
yang masih diselimuti damai di hati kita

Harta yang berharga adalah
ketika kita bisa menggerakan tangan, kaki dan
seluruh anggota badan kita

Harta yang berharga adalah
ketika kita punya keluarga, teman, sahabat, pasangan
yang merangkul kita saat sedih dan senang
yang bisa menerima semua kekurangan kita

Harta yang berharga
adalah saat kita masih bisa merasakan
sedih, senang, bahagia, marah, kesal, dan kecewa

Harta yang berharga adalah
ketika kita masih diberikan
nafas olehNya

Terimakasih atas harta yang berharga ini
atas nikmat dan karunia yang Engkau berikan
akan kujaga selalu
Lanjut...

14.7.09

Si Kue

Apa sih yang terbayangkan oleh kalian mengenai kue ulang tahun? enak, lezat, bertaburan coklat di mana-mana, atau dengan topping dan rasa yg beraneka ragam, pokoknya yummyyy abizzz. Masih dengan rentetan ultah yang rasanya malas sebenarnya untuk diceritain, saya 'gemes' untuk mengomentari kuenya.


Yup kue ulang tahun 70th birthday party our big boss. Dari sebelum acara sampai setelah acara ni kue selalu membuat orang-orang di kantor geleng-geleng kepala terutama gue. Ya dari harganya yang katanya ‘super’ dan bisa buat beli gadget. Can u imagine seperti apa? Gue aja setengah penasaran, pengin liat kaya apa. Katanya si tujuh tingkat yang menandakan umurnya, kebayangnya sih kue pengantin gitu ya, hehehehe.

Tapi sebelumnya saya mo ceritain suatu tradisi Cina, yang saya dapat infonya dari teman saya si ‘Popo Mei’ dia cerita kalo ulang tahun yang berkelipatan tuh pasti dirayain besar-besaran. Kalo buat cowok kelipatan 10, misalnya ulang tahun ke 10, 20, 30 dan kelipatan diatasnya. Nah kalo cewek tuh kelipatan 11, misalnya 21, 31, 41, dan diatasnya. Bagi yang banyak uang itu seperti ‘kewajiban’ ngadain pesta atau perayaan. Dan itu ungkapan umur panjang juga. Nah, pantas saja our big bos tuh ngerayain dan mengundang banyak orang dan juga dengan kue tujuh tingkatnya itu.

Akhirnya pas acara tersebut saya melihat juga si kue tujuh tingkat itu, dan komen saya ko gitu sih, warnanya hijau terang, ada banyak hiasan pita, dan atasnya ada kelinci. Kalau menurut saya sih seperti kue ulang tahun anak-anak. Gak terbayang kalau kue ini dikasih ke saudara sepupu saya yang waktu sabtu juga merayakan ulang tahun, pasti akan di peluk dan cuma jadi pajangan aja, hehehehe. Dan saya jadi semakin penasaran rasanya seperti apa, tapi pas hari itu tidak di bagikan, hanya di potong saja hmmm...sebagai simbol aja sepertinya.

Nah.. Senin pagi saat saya sampai kantor, kue itu sudah ada di meja di sebelah ruangan saya. Gak tahan banget kalau kue seperti itu hanya didiemin begitu aja, lucu banget, alhasil saya dan teman-teman langsung berfoto ria, hahahahaha. Dan saat our big boss melihat kuenya dia menyuruh salah satu karyawan di situ untuk membagikannya. Dan lagi-lagi dibikin repot sama si kue, karena kue sebesar itu bagiinnya gimana coba. Kebetulan saya sih ga ikut motong, karena saya sedang banyak kerjaan. Saya liat banyak orang yang motong dan membagikannya. Wasting time banget deh pokoknya.

Karena hari itu saya puasa alhasil saya baru memakannya sehabis buka, kalau soal rasa sama ko kaya kue ulang tahunnya si dapur coklat atau seven grain. Sungguh berlimpah coklatnya, mungkin tepatnya jadinya si kue cokelat. Ya ampun kaya gini toh rasanya, SAMA AJA.

Saat saya cerita ini sama si Popo yang notabene adalah mantan karyawan di sini juga dia langsung komen: kutuku**** banget, saat orang-orang ga bisa makan beliau beli kue seharga itu!!!! Argggghhhh... Ya iyalah orang pasti cuma bisa geleng-gelang kepala kalau tau dan denger ceritanya, kaget dan pasti langsung komen yang aneh-aneh. Karena memang mubazir banget kasih makan sama orang-orang yang sudah kenyang. Coba yang diundang adalah orang-orang yang memang benar-benar ‘butuh’ pasti akan lebih bermanfaat. Entah apa yang dipikirkannya ya, kalau orang sudah banyak uang bingung kali mau dialirin ke mana lagi sampai lupa dengan orang-orang ‘kecil'.
Lanjut...

2.7.09

Sederhana itu indah


Un arbre c’est vert
Tous les arbres sout verts
On a tellement vu d’arbress verts
Que I’on a oublie qu’il existe
Aussides arbress roses
Mais si tous les arbres etaient roses
Je vous aimais parle d’un arbre vert
Le monde est beau

Pohon itu hijau
Pepohonan itu hijau
Kita terlalu sering melihat pohon hijau
Sehingga kita sering lupa bahwa
ada pula pohon merah
Tetapi bila semua pohon berwarna merah
Aku akan senang berkisah padamu
tentang pohon yang hijau
Betapa indahnya dunia

Kenzo Takada
Indahnya kesederhanaan. Hidup ini memang sederhana, tergantung dari kita yang menginginkannya. Jika ada dua pilihan ingin senang atau sedih. Mungkin jawabannya penginnya senang terus. Akan tetapi apakah iya itu jawabannya atau mungkinkah itu terjadi seterusnya?? Mustahil bukan??

Sedih dan senang adalah dua perasaan yang berlawanan yang telah diberikan Allah kepada kita. Kita tidak akan merasakan senang kalau kita sendiri tidak pernah merasakan sedih, begitu juga sebaliknya. Mau kaya, miskin, jelek, cakep semuanya pasti pernah mengalaminya.

Untuk mendapatkan kebahagiaan dan keindahan dalam hidup itu juga sederhana. Misalnya saja apa yang kamu inginkan hari ini semuanya sih penginnya berjalan lancar bukan, tapi terkadang masalah kan selalu saja ada dan datang. Akan tetapi kita bisa semuanya berjalan lancar, walau ada masalah kalau kita memang benar-benar menginginkannya. Saya ingin semuanya berjalan lancar dan Insya Allah semua berjalan dengan lancar. Dan bila kita mendapatkan masalah kita juga harus ingat bahwa setiap masalah ada jalan keluar dan kesedihan yang kita alami yang diberikan Allah itu pasti ada hikmahnya. Dan kita kaji apa hikmahnya dengan pikiran yang jernih dan pasti kita akan menemukan hikmah apa dibalik masalah atau kesedihan yang kita alami, pasti ada manfaatnya walau itu kecil.

Kita yang menginginkan kebahagiaan bukanlah sesuatu yang rumit dan resepnya cukup sederhana. Anggaplah hidup ini sebagai karunia, dan apapun yang diberikan kepada kita harus kita syukuri walau itu sedih atau senang. Bersyukurlah ketika mendapat musibah dan bersabarlah jika kita mendapat musibah. Akan tetapi sudahkah kita melakukkannya dengan baik?? Terkadang justru kita sendiri yang membuat hidup kita jadi rumit dan ribet.

Sederhana itu memang indah, dan Kenzo menggambarkan pohon yang hijau atau dedaunan sebagai sesuatu yang indah. Daun yang hijau walau sudah tidak menjadi pohon seutuhnya karena berguguran juga memberikan manfaat bagi kita yaitu sebagai humus. Dari hal yang seperti ini kita sebagai manusia bisa memaknai hidup sebagai sesuatu yang indah. Sebuah renungan.

*Terinspirasi dan dikutip dari Daun berserakan: Sebuah renungan hati *
Lanjut...